PENGALAMAN KOMUNIKASI PENDAMPING KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

  • Burhanudin A. Muhammad Universitas Bumi Hijrah
  • Baharudin Hasan Universitas Bumi Hijrah
Keywords: Pengalaman Komunikasi, Motif, Konsep Diri, Interaksi, Pendamping

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan akan berdampak secara psikologis, jika tidak ditangani dengan baik akan merugikan korban, keluarga dan masyarakat. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memberikan bantuan. Dalam pendampingan, terjadi komunikasi dua arah. Peristiwa komunikasi yang terjadi selama pendampingan akan membentuk pengalaman komunikasi yang akan mempengaruhi persepsi pendamping tentang kegiatan pendampingan atau terhadap korban dan kekerasan terhadap perempuan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi Fasilitator Perempuan di Forum LSM Kajian Perempuan Maluku Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengalaman komunikasi mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan bermula dari pendamping korban memiliki motif menjadi pendamping. Ada tiga motif, yaitu Motif Penasaran, Motif Tertantang dan Motif Harapan. Pengalaman komunikasi juga didapat dari pembentukan konsep diri sebelum menjadi pendamping, pembimbing cenderung berpikiran negatif dan tidak peduli. Setelah menjadi pendamping, konsep diri menjadi lebih berpikiran positif, percaya diri, peduli, dan peka terhadap persoalan perempuan. Pengalaman komunikasi fasilitator juga terjadi dari interaksi sesama pendamping, interaksi dengan korban, dan interaksi dengan stakeholders. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengalaman komunikasi dalam mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan meliputi motif pendamping, konsep diri dan interaksi. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk dijadikan acuan bagi LSM di Maluku Utara dalam merekrut asisten perempuan.

Published
2021-02-28