KONSTRUKSI PERAYAAN IMLEK PADA FILM ANIMASI UPIN DAN IPIN DALAM EPISODE “ GONG XI FA CAI “ DI MNCTV

  • Rd. D. Lokita Pramesti Dewi Universitas Sahid Jakarta
Keywords: Perayaan Imlek, Upin dan Ipin, Film Animasi

Abstract

Film animasi ini  produksi LES COPAQOE yang bergenre Ilmu pengetahuan dan pendidikan untuk anak-anak . namun dengan balutan cerita, pesan dan proses animasi yang sangat menarik, membuat film ini juga sangat menarik untuk di tonton oleh orang dewasa sekalipun. Banyak terdapat pesan – pesan menarik yang dapat diambil hikmah dan pelajarannya dalam kehidupan sehari – hari.

Tujuan dan Metode Penelitian : Dengan beragamnya reaksi dan resensi tentang film animasi tersebut di media sosial ataupun media cetak. Banyaknya reaksi sosial yang condong lebih mengangkat kisah percintaan. Film ini justru memberikan pengajaran pendidikan sosial yang baik bagi penontonnya. Mendorong peneliti ingin mengetahui lebih dalam bagaimana penokohan serta perayaan Imlek didalam film animasi Upin dan Ipin ini di konstruksikan dengan mengacu kepada teori konstruksi sosial Peter Berger dan Thomas Luckmann dan bagaimana simbol – simbol dalam film animasi Upin dan Ipin dimaknai oleh khalayak.

            Hasil Penelitian : Karakteristik audience film animasi Upin dan Ipin yang heterogen dan tokoh – tokoh didalam Film Animasi Upin dan Ipin dalam episode Gong Xi Fa Cai ini membawa penelitian ini ke arah yang lebih menarik dimana keterkaitan hubungan sosial yang sangat baik menciptakan interprestasi yang beragam atas pesan yang disampaikan melalui film animasi ini.

            Kesimpulan dan Saran : Adapun perayaan Imlek terhadap pesan yang terkandung dalam film animasi Upin dan Ipin ini terbalut sedemikian rupa dalam seni sinema animasi yang luar biasa apik. Dengan tidak meninggalkan benang merah atau inti pesan yang hendak disampaikan. Saran dari film ini adalah film sebagai media massa yang efektif dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat merupakan pemegang kendali transformasi sosial yang cukup powerful dengan kekuatan audio visual, untuk itu penggambaran dalam film hendaknya lebih jelas dan mendetail, dan juga disarankan untuk penelitian selanjutnya digunakan penelitian kritis, agar hasil penelitian dapat lebih mendalam untuk bisa membongkar lagi makna dibalik film ini.

Published
2019-12-02